Rss

Selasa, 10 Januari 2012

kumpulan rindu


             Kupu-kupu yang terbang berputar-putar didekat bohlam diatap rumah yang lembut cahayanya tanpa bisa keluar, itulah aku dihatimu. Terkadang aku berpikir betapa bodohnya aku tidak mengekangnya dalam tiap bait puisiku. Jika rindu itu egois maka aku orang yg paling egois didunia ini. jika sayang itu permata maka aku yg kehilangannya.

              Bom atom meledak, peluru menghujam aku tak goyah namun saat ingatan akanmu menyentuh sedikit pikiranku -aku berkeping-. Pelangi kuperintahkan kau untuk muncul! aku inging menyebrang kehatinya sekarang. Gelap gelap kau tak terlihat gelap gelap dimana kau gelap gelap aku tersesat sinar sinar tunjukanlah wahai bintangku.

                 Bisakah kalian semua diam!,kau hujan dan kau juga badai. aku sedang berusaha mendengar bisik lemah cintanya, atau mungkin tidak. Tak cukup langit menjadi kanvas untuk lukiskan rindu akan hangat belai lembut jemarimu. Tak akan kupendam bara cinta ini, walau terus kau padamkan apinya.

               Teman terbaikku adalah kegelisahan saat kesendirian menggodaku, engkau cepatlah datang bawa aku pergi dari dunia gelap sunyi. Seringan kapas diriku melayang diterpa angin kebingungan karena dirimu yg tak kunjung datang. Aku akan terus bertanya kapan, walau kau bilang mustahil akan mencinta.

 Di akhir aku tundukan kepala, penghormatan untuk mereka yang berhati besar dan mengerti akan rindu 

0 komentar:

Posting Komentar

Penyimpangan